KONSEP IMPLEMENTASI KOSMOLOGI HINDU DI PURA PENATARAN AGUNG BESAKIH KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGSEM (Dalam Bentuk Mantra, Bangunan dan Ritual)

Penulis

  • Nyoman Pandita Universits Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Kata Kunci:

Implementasi, Kosmologi Hindu

Abstrak

Tri Kona merupakan ajaran agama Hindu yang menggambarkan tiga alur kehidupan manusia yaitu lahir hidup dan mati. Tri kona dapat merujuk pada tiga sifat kemahakuasaan Tuhan dalam dimensi saguna Brahman yaitu menciptakan, memelihara dan melebur. Penciptaan tentang alam semesta banyak kita jumpai dalam teks purana, itihasa dan bhagawadgita maupun dalam beberapa kesusastraan Bali seperti lontar yang berkaian dengan tattwa. Meskipun kita ketahui bersama kosmologi merupakan pengetauan tentang penciptaan alam semesta, namun implementasi kosmologi belum banyak yang menyadari bahwa sesungguhnya sudah tertuang baik dalam puja mantra, bangunan dan upacara dewa yajǹa. Implementasi kosmologi tetuang dalam beberapa petikan puja mantra, bentuk fisik bangunan serta bentuk upacara yajǹa (mapeselang). Proses penciptaan (utpethi). Proses pemeliharaan (sthiti) yang berlandaskan pada konsep dasar Tri Sakti yang meliputi pikiran (idep), nafas (bayu) dan suara (sabda). Serta yang terakhir adalah proses peleburan (pralina). Masalah penelitian yaitu: bagaimana konsep kosmologi hindu yang dituangkan dalam bentuk bangunan, puja mantra dan ritual1, bagaimana proses kosmologi diimplementasikan dalam bentuk bangunan, puja mantra dan ritual2. Teori yang digunakan yaitu teori semiotoa dan teori struktural fungsional. Metode penelitian mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan serta menganalisis implementasi kosmologi Hindu dalam bentuk puja mantra, bangunan suci sebagai sthana manifestasi Tuhan, serta upacara dalam tingkatan besar seperti upacara menawa ratna

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Terbitan

Bagian

##section.default.title##