Inventarisasi Etnomedisin Tanaman Herbal untuk Pengobatan Diare pada Masyarakat Dayak Meratus: Dokumentasi dan Perspektif Farmakologi Bahan Alam

Penulis

  • Mida Program Studi Yoga dan Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Riski Sulistiarini Departemen Farmakologi dan Parasitologi, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman
  • Suryani Kelompok Keahlian Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi
  • Suci Nar Vikasari Kelompok Keahlian Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi
  • Made Krisna Adi Jaya Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana https://orcid.org/0000-0003-0342-6288
  • I Gusti Agung Ayu Kartika Program Studi Yoga dan Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar https://orcid.org/0000-0002-7170-2494

DOI:

https://doi.org/10.25078/jyk.v9i2.7455

Kata Kunci:

diare, etnomedisin, Dayak Meratus, tanaman obat

Abstrak

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditangani melalui pengobatan tradisional, termasuk pemanfaatan tanaman dan bahan alami yang diwariskan dalam pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menginventarisasi tanaman serta bahan alami yang digunakan secara empiris untuk membantu menangani diare pada masyarakat Dayak Meratus serta mendiskusikan relevansinya berdasarkan perspektif farmakologi bahan alam. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Data diperoleh melalui wawancara purposif terhadap dua pengobat tradisional, observasi lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan nama lokal, bagian yang digunakan, metode preparasi, dan cara pemberian. Hasil penelitian mendokumentasikan 13 jenis tanaman atau bahan alami, yang penggunaannya meliputi rute oral dan eksternal. Preparasi dilakukan secara sederhana, antara lain dengan ditumbuk, dipanaskan, direbus, dihaluskan, direndam dalam air, atau digunakan tanpa pengolahan. Menariknya, beberapa bahan digunakan secara eksternal pada abdomen, sedangkan daun wawangun digunakan pada kepala meskipun dikategorikan sebagai bahan untuk pengobatan diare. Di antara bahan yang teridentifikasi, Psidium guajava L. memiliki dukungan bukti farmakologi paling kuat terkait aktivitas antidiare. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan etnomedisin Dayak Meratus dapat menjadi sumber informasi awal untuk pengembangan hipotesis farmakologi dan penelitian bahan alam lebih lanjut.

 

Referensi

Ambu, G., Chaudhary, R. P., Mariotti, M., & Cornara, L. (2020). Traditional uses of medicinal plants by ethnic people in the Kavrepalanchok District, Central Nepal. Plants, 9(6), 759. doi:10.3390/plants9060759

Az-Zahra, F. R., Sari, N. L. W., Saputry, R., Nugroho, G. D., Sunarto, Pribadi, T., & Setyawan, A. D. (2021). Review: Traditional knowledge of the Dayak tribes (Borneo) in the use of medicinal plants. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(10), 4633–4647. doi:10.13057/biodiv/d221057

Birdi, T., Krishnan, G. G., Kataria, S., Gholkar, M., & Daswani, P. (2020). A randomized open label efficacy clinical trial of oral guava leaf decoction in patients with acute infectious diarrhoea. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 11(2), 163–172. doi:10.1016/j.jaim.2020.04.001

Garrido, G., Garrido-Suárez, B. B., Martínez-Tapia, N., Valdés-González, M., & Ortega-Mardones, A. (2024). Antidiarrheal effect of Psidium guajava L. extract in acute diarrhea: A systematic review. Journal of the Science of Food and Agriculture, 104(13), 7731–7753. doi:10.1002/jsfa.13515

Heinrich, M., Lardos, A., Leonti, M., Weckerle, C., Willcox, M., Applequist, W., . . . Stafford, G. (2018). Best practice in research: Consensus statement on ethnopharmacological field studies—ConSEFS. Journal of Ethnopharmacology, 211, 329–339. doi:10.1016/j.jep.2017.08.015

Isnawati, A., Gitawati, R., Raini, M., Alegantina, S., & Setiawaty, V. (2019). Indonesia basic health survey: Self-medication profile for diarrhea with traditional medicine. African Health Sciences, 19(3), 2365–2371. doi:10.4314/ahs.v19i3.9

Izzah, Z. N., Suhendy, H., & Zustika, D. S. (2023). Menelusuri potensi tumbuhan obat antipiretik dan antidiare di Desa Selacai dan Desa Selamanik Kabupaten Ciamis. Prosiding Seminar Nasional Diseminasi Penelitian, 3(1), 345–353.

Jadid, N., Kurniawan, E., Himayani, C. E. S., Andriyani, Prasetyowati, I., Purwani, K. I., . . . Tjahjaningrum, I. T. D. (2020). An ethnobotanical study of medicinal plants used by the Tengger tribe in Ngadisari Village, Indonesia. PLOS ONE, 15(7), e0235886. doi:10.1371/journal.pone.0235886

Kartika, I. G. A. A., Ni Made, S., & Mida. (2025). Hindu indigenous healing: Baharagu ceremony and its effect on diarrhea treatment. 3(1), 101–109.

Komatsu, K. (2024). The data base of ethno-medicines in the world (ETHMEDmmm). Retrieved September 7, 2026, from https://ethmed.toyama-wakan.net/SearchEn/View/14218

Liu, C., Jullian, V., & Chassagne, F. (2024). Ethnobotany, phytochemistry, and biological activities of Psidium guajava in the treatment of diarrhea: A review. Frontiers in Pharmacology, 15, 1459066. doi:10.3389/fphar.2024.1459066

Safitri, I., Sulistiarini, R., & Istiqamah Jafar, F. (2023). Uji efek antidiare ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) terhadap mencit (Mus musculus). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 18, 72–76. doi:10.30872/mpc.v18i.292

Victor, G., Chimeriri, M. C., & Chukwuanigam, A. J. (2026). Comprehensive review of ethnomedicine to precision phytotherapy: Evolution, scientific advancements, future prospects of plant-based therapeutics. 9(3), 1–26.

Weckerle, C. S., de Boer, H. J., Puri, R. K., van Andel, T., Bussmann, R. W., & Leonti, M. (2018). Recommended standards for conducting and reporting ethnopharmacological field studies. Journal of Ethnopharmacology, 210, 125–132. doi:10.1016/j.jep.2017.08.018

World Health Organization. (2024). Diarrhoeal disease. Retrieved September 7, 2026, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Yuana, W. T., Andiarsa, D., Suryatinah, Y., & Juhairiyah, J. (2016). Pemanfaatan tanaman obat tradisional anti diare pada Suku Dayak Dusun Deyah di Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases, 2(1), 7–13. doi:10.22435/jhecds.v2i1.5933.7-13

Yulia Ningsih, I., Fitra Mandasari, V., Nugraha, A., Pratama, W., Hidayat, M. A., & Ningsih, I. Y. (2024). Ethnopharmacology study of medicinal plants utilization for antidiarrheal remedies by Tengger tribe in Tosari District, Indonesia. Pharmaciana, 14(1), 100–108. doi:10.12928/pharmaciana.v14i1.28099

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Yoga dan Kesehatan