Pengaruh Terapi Akupuntur pada Titik Zhongwan terhadap Dispepsia Fungsional pada Praktik Mandiri Bidan Ni Made Sinarsari

Penulis

  • Gede Krisna Dwipayana Yoga and Health Study Program, Faculty of Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Gusti Agung Ayu Kartika Yoga and Health Study Program, Faculty of Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar https://orcid.org/0000-0002-7170-2494
  • I Ketut Wisarja Hindu Philosophy Study Program, Faculty of Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/jyk.v9i2.6939

Kata Kunci:

akupuntur, dispepsia fungsional, zhongwan

Abstrak

Dispepsia fungsional merupakan gangguan saluran pencernaan bagian atas yang dapat menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati dan mengganggu kenyamanan pasien. Tingginya keluhan dispepsia serta perlunya pendekatan nonfarmakologis menunjukkan pentingnya pengembangan terapi komplementer yang mudah diterapkan dalam pelayanan kesehatan. Titik Zhongwan (CV-12) secara tradisional berkaitan dengan fungsi lambung dan sistem pencernaan, tetapi bukti empiris penerapannya pada dispepsia fungsional masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kondisi dispepsia fungsional setelah terapi akupunktur pada titik Zhongwan di Praktik Mandiri Bidan Ni Made Sinarsari. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest dengan 28 responden yang dipilih secara purposive sampling. Terapi diberikan dua kali seminggu selama empat minggu dengan total delapan sesi. Data dikumpulkan menggunakan Rome IV Criteria dan Numeric Rating Scale (NRS), kemudian dianalisis menggunakan uji McNemar dan Wilcoxon Signed Rank Test dengan p < 0,05. Sebelum terapi, seluruh responden (100%) memenuhi kriteria dispepsia fungsional. Setelah terapi, 22 responden (79%) tidak lagi memenuhi kriteria dan 6 responden (21%) masih positif (p = 0,000). Rata-rata jumlah gejala menurun dari 3,85 ± 1,60 menjadi 2,60 ± 1,25 (p = 0,000). Intensitas nyeri juga menurun. Terapi akupunktur titik Zhongwan menunjukkan perubahan signifikan pada gejala dispepsia dan intensitas nyeri serta berpotensi dipertimbangkan sebagai terapi komplementer.

Referensi

Abdurachman, C. D., Leonita, E., & Irwanto. (2021). Mudah akupunktur melalui anatomi. Surabaya: Airlangga University Press.

Abdurachman, C. D., Leonita, E., & Irwanto. (2022). Konsep dasar dan aplikasi klinis. Surabaya: Airlangga University Press.

Ashari, A. N., Yuniati, & Murti, I. S. (2020). Hubungan tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(2).

Ashari, A. N., Yuniati, & Murti, I. S. (2022). Hubungan pola makan dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(2).

Astuti, N. P. T., Bayu, W. I., & Destriana. (2022). Indeks massa tubuh, pola makan, dan aktivitas fisik: Apakah saling berhubungan? Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia, 1(2), 154–167.

Firman Syah, M. S., Manaf, A. A., & The, F. (2022). Hubungan faktor risiko dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. Medula, 10(1).

Juwita, B. P., Adni, A., Diatmika, I. P., & Parwata, W. S. S. (2024). Hubungan tingkat stres terhadap kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Jurnal Sehat Indonesia, 7(1).

Laili, N. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi dispepsia pada pasien dengan keluhan nyeri abdomen di RS Amelia Pare Kabupaten Kediri. JUDIKA: Jurnal Nusantara Medika, 4(1), 26–41.

Makmun, D. (2021). Konsensus nasional penatalaksanaan IBS dan dispepsia fungsional di Indonesia revisi 2021. Jakarta: Perkumpulan Informasi dan Penerbitan Interna.

Munischa, Mahadini, C., & Kurniawan, L. C. (2025). Penatalaksanaan gastroesophageal reflux disease (GERD) melalui asuhan akupunktur: Studi kasus. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 10(2).

Putri, S. A., & Hidayat, R. (2024). Asuhan keperawatan keluarga pada Ny. R dengan dispepsia di Desa Salo Timur wilayah kerja UPT Puskesmas Salo tahun 2023. SEHAT: Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(2).

Ramadhina, S. F., Arundina, A., & Handini, M. (2023). Hubungan antara pola makan dengan gejala dispepsia pada mahasiswi Universitas Tanjungpura angkatan 2018–2020. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(10).

Rosadi, A., & Hidayat, R. (2024). Asuhan keperawatan keluarga pada Ny. S dengan dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Kampa tahun 2023. SEHAT: Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(3).

Saidi, V. N., Amalia, A. W., Setiawan, J. S., & Sulaiman, Y. (2023). Pengaruh akupunktur dan herbal Si Ni San pada pasien GERD. Jurnal Kesehatan Holistic, 7(2), 21–27.

Saputra, K., Sutanto, D., Tirtakusmanah, F., Budijanto, D., Idajanti, A., & Widyaatmadja, H. (2017). Akupuntur dasar (Edisi ke-2). Surabaya: Airlangga University Press.

Sari, A., Anggaraini, R. S., & Prasetyo, R. B. (2022). Upaya pencegahan dispepsia menggunakan bahan alami sebagai obat herbal serta kegiatan penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Kota Batam 2022. PUNDIMAS: Publikasi Kegiatan Abdimas, 1(1), 29–36.

Sari, N. P., & Putra, I. W. A. (2023). Hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 12(2), 115–123.

Sipayung, S. T. (2024). Gambaran dispepsia pada pasien rawat inap di Klinik Romana Desa Tanjung Anom. VitaMedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 2(1), 107–111.

Yuriana, C., Arnelis, & Asterina. (2016). Gambaran klinis dan endoskopi saluran cerna bagian atas pasien dispepsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2).

Zakiyah, W., Agustin, A. E., Fauziah, A., Sadiyyah, N., & Mukti, G. I. (2021). Definisi, penyebab, klasifikasi, dan terapi sindrom dispepsia. Journal Health Sains, 2(7).

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Yoga dan Kesehatan