Transisi Emosional Caregiver Anak Dengan HIV di Bali: Analisis Fenomenologis Berdasarkan Nilai Budaya Tri Hita Karana
DOI:
https://doi.org/10.25078/jyk.v9i1.5922Keywords:
Transisi Emosional, Pengasuh Anak Dengan HIV, Fenomenologi Interpretatif, Tri Hita KaranaAbstract
Caregiver anak dengan HIV memegang peran kunci dalam menjaga kepatuhan terapi dan kesejahteraan anak. Reaksi emosional yang muncul sejak diagnosis awal sering kali kompleks dan dipengaruhi oleh nilai budaya setempat. Di Bali, nilai Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, diduga membentuk cara caregiver menghadapi pengalaman emosional tersebut. Meskipun penelitian terkait perspektif ibu dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak telah dilaporkan, kajian yang secara khusus menyoroti transisi emosional caregiver anak dengan HIV masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tahap transisi emosional caregiver serta memahami bagaimana nilai Tri Hita Karana memengaruhi proses pemaknaan tersebut. Penelitian menggunakan desain fenomenologi interpretatif. Sebanyak 20 caregiver anak dengan HIV dipilih secara purposif dari dua lokasi di Bali. Wawancara mendalam semi-terstruktur dilakukan, dan data dianalisis menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis untuk menggali makna pengalaman dalam konteks budaya lokal. Identifikasi tema menunjukkan lima tahap emosi utama: keterkejutan, penyangkalan, kemarahan, kesedihan, dan penerimaan. Pada tahap penerimaan, caregiver mulai menafsirkan pengalaman melalui lensa spiritual dan moral yang selaras dengan nilai Tri Hita Karana, yang membantu mereka mencapai ketenangan dan kekuatan emosional. Tri Hita Karana berperan penting dalam membentuk cara caregiver memahami dan mengelola tekanan emosional. Pendekatan psikososial berbasis budaya berpotensi memperkuat ketahanan emosional dan mendukung keberlanjutan pengobatan anak dengan HIV.
References
Ahmed, Sirwan Khalid. 2024. “The Pillars of Trustworthiness in Qualitative Research.” Journal of Medicine, Surgery, and Public Health 2:100051. doi: 10.1016/J.GLMEDI.2024.100051.
Armini, Luh Nik, Elsa Pudji Setiawati, Nita Arisanti, and Dany Hilmanto. 2024. “Patient Perspective on the Elimination Mother-to-Child Transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B in Bali, Indonesia: A Qualitative Study.” BMC Public Health 24(1):1–13. doi: 10.1186/S12889-024-19692-3/TABLES/2.
Arsana, I. Nyoman, I. Putu Sudiatawan, Ni Luh Gede Sudaryati, I. Made Agus Gelgel Wirasuta, Pande Made Nova Armita, Ni Kadek Warditiani, Ni Made Widi Astuti, I. Wayan Martadi Santika, Ida Bagus Wiryanatha, Putu Lakustini Cahyaningrum, and Ida Bagus Putra Suta. 2020. “Pengobatan Tradisional Bali Usadha Tiwang. Jurnal Bali Membangun Volume 1 Nomor 2, Agustus 2020.” 1.
Atanuriba, Gideon Awenabisa, Felix Apiribu, Adwoa Bemah Boamah Mensah, Veronica Millicent Dzomeku, Richard Adongo Afaya, Timothy Gazari, Joseph Kuufaakang Kuunibe, and Philemon Adoliwine Amooba. 2021. “Caregivers’ Experiences with Caring for a Child Living with HIV/AIDS: A Qualitative Study in Northern Ghana.” Global Pediatric Health 8. doi: 10.1177/2333794X211003622.
Birhan, Belete, and Netsanet Eristu. 2023. “Positive Religious Coping and Associated Factors Among Participants with Severe Mental Illness Attending Felege Hiwot Comprehensive Specialized Hospital, Bahir Dar, Ethiopia, 2021.” Psychology Research and Behavior Management 16:2931. doi: 10.2147/PRBM.S421684.
Bukhori, Baidi, Ema Hidayanti, and Dominikus David Biondi Situmorang. 2022. “Religious Coping Strategies for People with HIV/AIDS (PLWHA) Muslims in Indonesia: A Qualitative Study with a Telling the Stories.” Heliyon 8(12):e12208. doi: 10.1016/J.HELIYON.2022.E12208.
Damayanti, Ni Kadek Winda, Nyoman Agus Jagat Raya, Putu Oka Yuli Nurhesti, and Gusti Ayu Ary Antari. 2024. “Perceptions of HIV-AIDS and Motivation for HIV Testing among Balinese Tourist Village Community.” Media Keperawatan Indonesia 7(1):38–45. doi: 10.26714/MKI.7.1.2024.38-45.
Fauk, Nelsensius Klau, Lillian Mwanri, Karen Hawke, and Paul Russell Ward. 2022. “Traditional Human Immunodeficiency Virus Treatment and Family and Social Influence as Barriers to Accessing HIV Care Services in Belu, Indonesia.” PLoS ONE 17(7 July):1–16. doi: 10.1371/journal.pone.0264462.
Guest, Greg, Emily Namey, and Mario Chen. 2020. “A Simple Method to Assess and Report Thematic Saturation in Qualitative Research.” PLOS ONE 15(5):e0232076. doi: 10.1371/JOURNAL.PONE.0232076.
Huang, Feifei, Wei Ti Chen, Chengshi Shiu, Wenxiu Sun, Jury Candelario, Binh Vinh Luu, and Judy Ah-Yune. 2021. “Experiences and Needs of Family Support for HIV-Infected Asian Americans: A Qualitative Dyadic Analysis.” Applied Nursing Research 58(January):151395. doi: 10.1016/j.apnr.2021.151395.
Kemenkes RI. 2025. “Berani Tes, Berani Lindungi Diri, Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV Dan IMS Tahun 2030.” Retrieved December 20, 2025 (https://kemkes.go.id/eng/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030?utm_source=chatgpt.com).
Nerta, I. Wayan. 2023. “Implikasi Ajaran Yoga Bagi Pamangku Di Bali Dalam Aspek Tri Sarira.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 7(3):383–97. doi: 10.37329/JPAH.V7I3.2390.
Smith, Jonathan A. .., Paul. Flowers, and Michael. Larkin. 2022. “Interpretative Phenomenological Analysis : Theory, Method and Research.” 225.
Suardana, Wayan, Ahmad Yusuf, Rachmat Hargono, and I. Gede Juanamasta. 2023. “Spiritual Coping ‘Tri Hita Karana’ among Older Adults during Pandemic COVID-19: A Perspective of Balinese Culture.” Universal Journal of Public Health 11(3):297–304. doi: 10.13189/ujph.2023.110303.
Tang, Jie, Jingxia Ren, Huiqun Wang, Min Shi, Xiaofeng Jia, and Liman Zhang. 2024. “Real Experience of Caregivers of Patients with HIV/AIDS from the Perspective of Iceberg Theory: A Qualitative Research.” BMJ Open 14(5). doi: https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-079474.
Wirawan, Putu Eka, and Putu Devi Rosalina. 2024. “Enhancing Cultural Heritage Tourism Through a Spiritual Knowledge: The Implementation of Tri Hita Karana in Taro Village Gianyar Bali.” Jurnal Kajian Bali 14(1):215–33. doi: 10.24843/JKB.2024.v14.i01.p10.















