Konsep Pengendalian Diri Dalam Astangga Yoga Kajian Psikologi

Penulis

  • I Wayan Yus Aditya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/jyk.v9i1.4695

Kata Kunci:

Astangga Yoga, Pengendalian Diri, Psikologi

Abstrak

Pengendalian diri merupakan kemampuan fundamental yang memungkinkan individu untuk mengatur pikiran, emosi, dan perilaku agar tetap sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan jangka panjang. Dalam konteks ini, Astangga Yoga yang diajarkan oleh Patanjali menawarkan kerangka kerja delapan langkah yang mencakup aspek moral, fisik, dan spiritual. Delapan langkah ini meliputi yama (prinsip moral), niyama (disiplin diri), asana (postur fisik), pranayama (pengendalian napas), pratyahara (penarikan diri dari indra), dharana (konsentrasi), dhyana (meditasi), dan samadhi (kesadaran tertinggi). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi relevansi prinsip-prinsip Astangga Yoga dalam pengelolaan emosi, pengendalian impuls, dan peningkatan kesejahteraan mental melalui pendekatan psikologi modern. Kajian literatur menunjukkan bahwa Astangga Yoga tidak hanya mengajarkan pengendalian diri secara praktis melalui meditasi, disiplin diri, dan introspeksi, tetapi juga membantu individu mengelola stres, meningkatkan regulasi emosi, dan memperbaiki kepuasan hidup. Integrasi antara prinsip-prinsip Astangga Yoga dengan teori pengendalian diri dalam psikologi modern menawarkan pendekatan yang holistik untuk meningkatkan kesejahteraan mental. Artikel ini memberikan sumbangan ilmiah dengan menganalisis potensi Astangga Yoga sebagai kerangka kerja untuk pengembangan pengendalian diri yang lebih baik, sekaligus mengusulkan penerapannya dalam intervensi psikologi kontemporer untuk pengelolaan stres dan peningkatan kualitas hidup.

Referensi

Baumeister, R. F., & Tierney, J. (2012). Willpower: Rediscovering the Greatest Human Strength. Penguin Books.

Csikszentmihalyi, M. (1990). Flow: The Psychology of Optimal Experience. Harper & Row.

Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1-26.

Hölzel, B. K., et al. (2011). Mindfulness practice leads to increases in regional brain gray matter density. Psychiatry Research: Neuroimaging, 191(1), 36-43.

Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-based interventions in context: Past, present, and future. Clinical Psychology: Science and Practice, 10(2), 144-156.

Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-based stress reduction (MBSR). Constructivism in the Human Sciences, 8(2), 73-107.

Kumar, S. M., et al. (2014). The impact of mindfulness meditation on impulsivity and craving in addiction. Mindfulness, 5(3), 213-217.

Madja, I. K. (2018). FUNGSI ASTANGGA YOGA PATANJALI (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU, 4(1). https://doi.org/10.25078/gw.v4i1.385

Manjunath, N. K., & Telles, S. (2005). Influence of yoga and ayurveda on self-rated sleep in a geriatric population. Indian Journal of Medical Research, 121(5), 683-690.

Marsela, R. D., & Supriatna, M. (2019). Konsep Diri : Definisi dan Faktor. Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice, and Research, 3(02).

Patanjali. (200 B.C.). Yoga Sutras of Patanjali. Translated by Swami Satchidananda. Integral Yoga Publications.

Sengupta, P. (2012). Health impacts of yoga and pranayama: A state-of-the-art review. International Journal of Preventive Medicine, 3(7), 444-458.

Tang, Y.-Y., Hölzel, B. K., & Posner, M. I. (2015). The neuroscience of mindfulness meditation. Nature Reviews Neuroscience, 16(4), 213-225.

Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High self-control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of Personality, 72(2), 271-324.

Titin Sutarti. (2022). Praktik Meditasi Yoga Untuk Meningkatkan Pengendalian Diri Dan Penguatan Daya Intuisi. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 27(2). https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v27i2.192

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Terbitan

Bagian

Yoga dan Kesehatan