Pengaruh Prāṇāyāma Terhadap Peningkatan Kapasitas Vital Paru Pada Remaja Di Santi Srama Bulaki Studio Yoga
DOI:
https://doi.org/10.25078/jyk.v6i1.2124Kata Kunci:
Kapasitas Vital Paru, Prāṇāyāma, Santi Srama Bulaki Studio YogaAbstrak
Gaya hidup yang cenderung positif dan sehat akan memiliki kualitas yang lebih baik. Salah satu organ tubuh yang sangat berpengaruh ketika gaya hidup seseorang tidak sehat yaitu pada bagian paru-paru seseorang. Organ paru memiliki suatu kemampuan yang didukung oleh dua factor di dalamnya yaitu volume oksigen yang akan masuk ke dalam tubuh dan tentunya satu lagi dalam kapasitas vital paru untuk menampung oksigen tersebut. Salah satu factor yang dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kapasitas vital paru adalah latihan prāṇāyāma. Prāṇāyāma ialah suatu pengaturan nafas baik keluar masuknya nafas ke paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan Prana (energi) ke bagian seluruh tubuh serta meningkatkan kapasitas vital paru. Teknik latihan prāṇāyāma tersebut dapat dipraktikkan di Santi Srama Bulaki Studio Yoga. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian “One group pre-test-post-test Design”, dengan teknik sampling total. Sampel dalam penelitian ini adalah 17 orang sampel remaja putri yang berusia 14-24 tahun yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan pengukuran (alat ukur Spirometri). Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 21 for Windows dengan uji statistic yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil output test statistic Wilcoxon Signed Ranks Test yang memperoleh nilai Asymp.Sig.(2-Tailed) bernilai 0,000. Nilai 0,000 ini menandakan bahwa 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan serta membuktikan bahwa hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapatnya pengaruh prāṇāyāma terhadap peningkatan kapasitas vital paru pada remaja di Santi Srama Bulaki Studio Yoga. Maka kesimpulannya ialah Prāṇāyāma berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas vital paru.
Referensi
Fadhilah Syafria, A.B. dan B.P.S. (2014). Pengenalan Suara Paru-paru dengan MFCC sebagai Ekstraksi Ciri dan Backpropagation sebagai Classifier. Ilmu Komputer Agri-Informatika, 3(1), 28-37.
Irman Somantri. (2008). Sistem Pernapasan: Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan. Jakarta: Salemba Medika.
Kamanjaya, G. (1998). Yoga Kundalini (Cara Untuk Mencapai Sidhi dan Moksa). Surabaya: Paramita.
Kemenkes RI. (2015). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2015
Kemenkes RI. Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.
Mertayasa, K. (2013). Pengaruh pelatihan yoga asana (suryanamaskar) terhadap kelentukan dan kapasitas vital paru. Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 1(1). Singaraja: UNDIKSHA.
Noerhadi H.M. (2006). Anatomi. Yogyakarta: Fitness Centre FIK UNY, Klinik Kebugaran.
Rita Eka Izzaty, dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY.
Rosa. (2019). Prāṇāyāma Sebagai Sains Spiritual. Jurnal Yoga dan Kesehatan, Vol. 2(2), 11-19. Denpasar: IHDN. http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/JYK/article/view/353/186.
Sarasvati, Svami Satyananda. (2002). Asana, Prāṇāyāma, Mudra dan Bandha. Surabaya: Paramita
Sena, Widya. (2020). Prāṇāyāma Sebagai Praktek dalam Mencegah Virus. Jurnal Yoga dan Kesehatan, Vol. 3(1), 1-12. Denpasar: IHDN. http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/JYK/article/view/294/147.
Yuharlina, N. (2018). Perbedaan Pengaruh Latihan Senam Aerobik dan Yoga Terhadap Peningkatan Kapasitas Vital Paru pada Remaja Putri. Universitas Aisyiyah: Yogyakarta.















