Gambaran Perbedaan Kelengkapan Isi Resume Medis Pasien Rawat Inap Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar

Penulis

  • Putu Fera Yanti Suhendri Universitas Dhyana Pura Bali
  • Ni Made Diaris Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/jyk.v6i1.1854

Kata Kunci:

Ketidaklengkapan, Resume Medis, Pandemi, Covid-19

Abstrak

Resume medis yang tidak lengkap adalah masalah yang sangat penting karena dapat memberikan informasi rinci selama pasien dirawat di rumah sakit. Hal ini berdampak pada kualitas rekam medis dan pelayanan yang diberikan rumah sakit. Terkait hasil wawancara dan observasi di RSUD Wangaya terdapat perbedaan pengisian resume medis sebelum dan saat pandemi. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran kelengkapan isi resume medis pasien rawat inap sebelum dan saat pandemi di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik kualitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Jumlah sampel rekam medis yang digunakan sebelum dan saat pandemi sebanyak 22.160 menggunakan total sampling. Hasil wawancara dan hasil analisis menyatakan data sampel dalam penelitian rekam medis pasien rawat inap sebelum pandemi tahun 2019 Pasien Rawat Inap berjumlah 13.644 sedangkan tahun 2021 data sampel penelitian berjumlah 8.516 rekam medis pasien rawat inap saat pandemi, perbedaan ketidaklengkapan review dari indentifikasi dengan selisih 12%, review laporan penting dengan selisih 14%, review autentifikasi dengan selisih 8%, dan review pendokumentasian dengan selisih 1%. Beberapa faktor penyebabnya adalah beberapa dokter, perawat, dan petugas pencatat masih menunda pengembalian rekam medis bagi yang belum mengisinya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kelengkapan resume medis di RSUD Wangaya Denpasar sebelum dan selama pandemi Covid-19.

Referensi

Azwar, & Azrul. 1996. Prosedur Administrasi Kesehatan. Jakarta:Bina Aksara Rupa.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 tentang Rekam Medis. Jakarta, Indonesia.

Depkes RI. 2006. Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia Revisi II, Jakarta. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik.

Gibson, I., & Donnelly, K. 2009. Organizational Behavior Thirteenth Edition. New York : McGraw Hill

Hatta, GR, 2008. Pedoman Manajemen Kesehatan di Sarana Pelayanan Rumah, Mutu Rekam Medis Hal 363. Jakarta: Universitas Indonesia.

Hatta, G. R. 2010. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UIPress)

Hatta, G. R. 2013. Pedoman Manajemen Informasi kesehatan di sarana Pelayanan Kesehatan Tentang Tujuan, Penggunaan dan Fungsi Rekam Medis. Jakarta: UI-Press.

Hatta, G. R. 2014. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan, Identifikasi, Authentifikasi dan Laporan Penting, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Hidayah, Aep Nurul. 2015. Tinjauan Kelengkapan Lembar Resume Medis Unit Rawat Inap.

Hakman, H., Suhadi, S., & Yuniar, N. 2021. Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja, Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perawat Pasien Covid-19. Nursing Care and Health Technology Journal NCHAT, 1(2), 47-54.

Joint Commission International. 2017. Joint Commission International Accreditation Standards for Hospitals. 6th ed. Illionis: Department of Publications Joint Commission Resources.

Kars S, Pada V, Manajemen S. 2016. 2017. Tinjauan Pelaksanaan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi 2012 Pada Standar Manajemen Komunikasi Informasi (MKI) 8 di RSU Sufina Azis Medan ;(1):200–6.

Menteri Kesehatan RI No.268/MenKes/ Per/XII/2007 tentang Rekam Medis. Jakarta : Departemen Kesehatan RI

Notoatmodjo, S. 2010, Metode Penelitian Pendidikan Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugraha, E. M., & Handayani, I. G. A. K. R. Kemenkes Nomor HK. 01.07/Menkes/382/2020 Sebagai Pembuka Jalan Perekonomian Indonesia Dalam Masa New Normal. In Seminar Nasional & Call for Papers

Riyantika Desy. 2018. Faktor-faktor ketidaklengkapan Pengisian Lembar Resume Medis Pasien Rawat Inap. Kediri : Jurnal Ilmiah

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sugiyono.2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Shofari, Bambang, 2002. Modul Pembelajaran Sistem Rekam Medis Pelayanan Kesehatan, Semarang.

Tu, C., Crameri, G., Kong, X., Chen, J., Sun, Y., Yu, M., Xiang, H., Xia, X., Liu, S., & Ren, T. 2004. Antibodies To Sars Coronavirus In Civets. Emerging Infectious Diseases, 10(12), 2244.

Utomo, A.E.N. 2016 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Resume Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum. Dr.Seogiri Lamongan. Jawa Timur.

UU No 269/MenKes/Per/III/2008. Tentang Rekam Medis. Jakarta : Peraturan Mentri Kesehatan RI.

Undang-Undang Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta: Presiden RI.

Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis.

World Health Organization. 2010. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Health Problems Volume 1 Tabular List (Tenth,Revision).

Wirajaya, M. K., & Nuraini, N. (2019). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ketidaklengkapan Rekam Medis Pasien pada Rumah Sakit di Indonesia. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 7(2), 165.

Unduhan

Diterbitkan

2023-03-31

Terbitan

Bagian

Yoga dan Kesehatan