Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW <div id="group"> <h4>Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu dengan ISSN online <a href="http://u.lipi.go.id/1542098486">2655-0156</a> (SK no. 0005.26550156/JI.3.1/SK.ISSN/2018.12 - 5 Desember 2018 (mulai edisi Vol. 6, No. 1, Maret 2019), diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar mulai tahun 2014, didedikasikan sebagai publikasi ide, gagasan, hasil penelitian terkait pendidikan agama Hindu. Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu terbit 2 kali dalam setahun, terindeks oleh Sinta, <strong>CrossRef</strong>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=WD_5g8QAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a>, dan <strong><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/16152">Garuda</a>.</strong></h4> </div> Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar id-ID Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2355-5696 Integrasi Filosofi Tri Kaya Parisudha Dalam Penguatan Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Siswa Sekolah Dasar Di Kota Mataram https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5390 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi filosofi Tri Kaya Parisudha dalam penguatan pendidikan agama Hindu dan budi pekerti pada siswa sekolah dasar di Kota Mataram. Tri Kaya Parisudha, yang mencakup pikiran yang baik (manacika), perkataan yang baik (wacika), dan perbuatan yang baik (kayika), diyakini dapat memperkuat karakter dan moral peserta didik jika diimplementasikan secara tepat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa, serta studi dokumentasi pada beberapa sekolah dasar di Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Hindu, tetapi juga menumbuhkan sikap santun, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi filosofi Tri Kaya Parisudha secara terstruktur dan kontekstual dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan agama Hindu dan pembentukan karakter siswa sejak dini di lingkungan sekolah dasar.</em></p> i wayan GETAS Ni Made Arini Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 113 130 10.25078/gw.v12i2.5390 NILAI-NILAI SUSILA DALAM KITAB CANAKYA NITISASTRA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MEMBENTUK PEMIMPIN YANG BERKARAKTER https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5461 <p><strong><em>Canakya Nītisāstra adalah karya sastra klasik India yang memuat ajaran-ajaran moral dan nilai-nilai susila yang relevan dalam membentuk karakter individu, khususnya dalam kepemimpinan. Disusun oleh Rsi Canakya, kitab ini tidak hanya mengajarkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menekankan pentingnya karakter moral seperti kejujuran, kebijaksanaan, pengendalian diri, kepercayaan, dan kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan nilai-nilai susila dalam Canakya Nītisāstra dan implementasinya dalam membentuk pemimpin yang berkarakter. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sebagai dasar utama. Ditemukan bahwa sloka-sloka dalam kitab ini memberikan pedoman praktis dalam kehidupan, yang mencakup prinsip etika, pengambilan keputusan yang bijak, serta sikap tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut kemudian diperkuat melalui ajaran Seva Niti, yang meneladani sifat binatang seperti singa, gagak, dan anjing sebagai simbol karakter pemimpin yang ideal. Selain itu, relevansi ajaran ini juga terlihat dalam nilai-nilai kepemimpinan Hindu yang tercermin dalam Asta Brata. Dengan demikian, Canakya Nītisāstra tidak hanya menjadi warisan sastra, tetapi juga sumber pembelajaran etika dan kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan dan kehidupan sosial saat ini. Kitab ini layak dijadikan rujukan dalam membentuk generasi pemimpin yang cerdas, etis, dan berlandaskan dharma.</em></strong></p> Ni Wayan Anggi Yudiantari I Made Krisna Mahardika Ni Kadek Ayu Lianita Hak Cipta (c) 2025 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 131 145 10.25078/gw.v12i2.5461 REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU SEBAGAI SOLUSI KETIMPANGAN REPRESENTASI AGAMA DI PROVINSI BALI https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5726 <p><em>Topik ketidaksetaraan dalam representasi agama di sistem pendidikan Indonesia adalah bidang penelitian yang penting. Banyaknya sekolah Islam (madrasah) dan Kristen/Katolik di tingkat dasar dan menengah sangat berbeda dengan jumlah lembaga pendidikan formal yang memfokuskan pada Hindu, yang terutama tercermin dalam keberadaan pasraman yang memiliki peran terbatas dan bersifat tidak formal. Ketidakseimbangan ini menimbulkan tantangan besar untuk mempertahankan identitas budaya Hindu-Bali di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat serta pergeseran populasi. Penelitian ini mengeksplorasi dampak dari minimnya representasi pendidikan Hindu terhadap penyampaian nilai-nilai budaya Bali kepada generasi muda, serta mengkaji ancaman terhadap warisan lokal akibat migrasi dan proses akulturasi yang tidak seimbang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis dokumen, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan struktural dalam pendidikan agama dapat mempercepat penurunan identitas budaya Bali yang telah ada selama berabad-abad.</em></p> Ni Nyoman Perni Ayu Laksmi Padma Yoni Hak Cipta (c) 2025 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 146 153 10.25078/gw.v12i2.5726 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN LIMA NILAI KARAKTER UTAMA WUJUD MODERASI SISWA DI SDN KUTUH KINTAMANI https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5529 <p style="font-weight: 400;">Tujuan: Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengungkap, memahami, mendeskripsikan, dan menganalisis fakta-fakta tentang implementasi Pendidikan multikultural sebagai penguatan lima nilai utama karakter siswa&nbsp; wujud moderasi di SDN Kutuh Kintamani, secara holistik dan komprehensif sesuai dengan ilmu pendidikan agama.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;">Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni; wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik penentuan infoman dilakukan dengan <em>purposive sampling</em>pengambilan sampel disesuaikan dengan tujuan penelitian, dan analisis data dilakukan denagn empat alur yaitu; pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan verifikasi data</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;">Hasil dan kesimpulan: Pengimplementasian pendidikan multicultural dan penguatan lima nilai&nbsp; karakter utama sangat penting bagi kehidupan Siswa di masyarakat disamping memahami lima nilai karakter utama yang telah di tetapkan dari Kemendikbud sebagai acuan untuk mewujudkan &nbsp;moderasi beragama sehingga dapat mencegah tindakan diskriminatif terhadap golongan yang berbeda di masyarakat, dan juga mengejewantahkan ajaran-ajaran agama yang dianutnya.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;">Implikasi penelitian: penelitian akan berdampak terhadap kehidupan social masyarakat untuk memahami Pendidikan multikultur yang dapat menguatkan lima nilai karakter utama sebagai wujud moderasi beragama yang telah ditetapka oleh Kemendikbud, sehingga mampu menumbuhkan toleransi beragama yang kuat dan andal.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;">Originalitas: Penelitian ini berfokus pada, kajian tentang implementsi Pendidikan multicultural sebagai upaya penguatan lima nilai karakter utama wujud moderasi beragama siswa&nbsp; yang telah pernah dilakukan sebelumnya.</p> I Nyoman Sueca I Nyoman Sueca Ni Wayan Arini Ni Wayan Satri Adnyani Ni Made Sukerni Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 154 164 10.25078/gw.v12i2.5529 Urgensi Pengembangan Kultur Formal Sekolah Keagamaan sebagai Instrumen Pembentukan Aspek Pemahaman Kultur Liyan: Studi Kasus di Pondok Pesantren Bali Bina Insani, Tabanan-Bali https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5530 <p style="font-weight: 400;">Penelitian bertujuan menganalisis urgensi pengembangan kultur formal sekolah keagamaan Islam sebagai instrumen pembentukan aspek pemahaman kultur <em>liyan</em>. Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan teknik angket terbuka, observasi tidak berstruktur, wawancara tidak berstruktur, dan studi dokumen sebagai metode pengumpuan data. Data dianalisis menggunaan teknik analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan beberapa yang menunjukkan urgensi pengembangan kultur formal sekolah keagamaan sebagai instrumen peengembangan aspek pemahaman kultur liyan. <em>Pertama, </em>konten pendidikan multilkultural sebagian besar telah tereksternalisasi melalui kultur formal sekolah keagamaan, kecuali aspek pemahaman kultur liyan. <em>Kedua, </em>ketidakoptimal eksternalisasi konten pendidikan multuikultural berkaitan dengan ketidakutuhan pemahaman terhadap konsep pendidikan multikultural. <em>Ketiga, </em>pengelola memiliki respon positif terhadap penerapan konten pendidikan multikultural sebagai basis kultur sekolah keagamaan Islam sebagai wujud pemahaman bahwa konsep pendidikan multikultural berkongruensi dengan ajarana Agama Islam. <em>Keempat,</em> pendidikan multikultural dipahami sebagai salah satu strategi yang relevan dan memberikan keuntungan bagi pengembangan sumber daya manusia umat Islam di Bali, di Indonesia, dan bahkan di dunia. Kesimpulannya, pengembangan kultur formal pendidikan keagamaan sebagai instrumen pengembangan aspek pemahaman kultur liyan merupakan hal yang sangat urgen untuk mendorong Pondok PBBI sebagai model pengembangan pendidikan multikultural dalam pendidikan keagamaan Islam di Bali, Indonesia, dan dunia pada umumnya.</p> Ferdinandus Nanduq I Made Wirahadi Kusuma Ni Made Muliani Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 165 177 10.25078/gw.v12i2.5530 Agama PENDIDIKAN BERBASIS MODERASI BERAGAMA: UPAYA MEMBANGUN TOLERANSI DAN HARMONI DALAM KEBERAGAMAN https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5715 <p>Moderasi beragama merupakan prinsip kunci dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia yang majemuk. Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai moderasi beragama harus ditanamkan secara sistematis agar mampu membentuk generasi yang toleran, inklusif, dan cinta damai. Artikel ini membahas konsep pendidikan berbasis moderasi beragama, urgensinya dalam sistem pendidikan nasional, serta strategi implementasinya di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan moderasi beragama dapat diintegrasikan melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, serta pelatihan guru. Penanaman nilai-nilai seperti toleransi, anti kekerasan, cinta tanah air, dan menghargai perbedaan merupakan fondasi utama dalam membentuk warga negara yang berkarakter moderat.</p> I Made Nasib Mardika Hak Cipta (c) 2025 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 178 189 10.25078/gw.v12i2.5715 IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 3 BONA KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5047 <p>Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 3 Bona masih perlu disempurnakan guna meraih hasil yang maksimal, karena tidak semua siswa fokus pada pembelajaran yang diberikan melalui media <em>quizizz,</em> sehingga masih memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Masalah yang ditelaah dalam Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada siswa kelas V SD Negeri 3 Bona. 2. Kendala yang dialami oleh guru dan siswa dalam penyelenggaraan Kurikulum Merdeka Belajar untuk mapel Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di kelas V SD Negeri 3 Bona, sekaligus Langkah yang diambil dalam menyelesaikan kendala itu. 3. Implikasi dari pembelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti di kelas V SD Negeri 3 Bona. Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar teori yang dipergunakan pada penelitian ini yakni teori Behavioristik dan Konstruktivistik. Jenis penelitian yang dipergunakan yakni kualitatif melalui pendekatannya berupa fenomenologi. Kemudian, sumber datanya mempergunakan data primer serta sekunder, data primer : wawancara dan observasi. data sekunder : jurnal-jurnal, artiket dan internet. Teknik penentuan informan yang dipergunakan ialah melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya mempergunakan observasi, wawancara semi terstruktur, studi pustaka dan dokumentasi yang kemudian dianalisis mempergunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahap pengumpulan datanya berupa redaksi data, penyajian data serta kesimpulan. Temuan penelitian mengindikasikan, Implementasi Kurikulum Medeka Belajar melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi mengalami kendala, seperti kesulitan merancang modul dan kurangnya disiplin siswa. Kendala dapat diatasi dengan pelatihan guru, penegakan disiplin, serta pengoptimalan media pembelajaran. Implikasi pembelajaran terlihat pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. &nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka Belajar, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.</strong></p> I Gusti Ngurah Agus Trisnanda Putra Ni Made Anggreni Putu Ayu Septiari Dewi Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 190 198 10.25078/gw.v12i2.5047 Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dengan Model Discovery Learning Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2024/2025 https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5011 <p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dengan menggunakan model discovery learning dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah teori belajar kognitivisme, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar kontekstual. Penelitian ini adalah jenis penelitian fenomenologi dengan pendekatan penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini terkait bentuk pembelajaran menggunakan metode diskusi dan metode tanya jawab. Proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dengan menggunakan model discovery learning dalam penguatan profil pelajar Pancasila yakni dilaksanakan melalui enam tahapan; 1. Tahapan memberikan rangsangan (stimulation), 2. Tahapan menyatakan atau mengidentifikasi masalah (problem statement), 3. Tahapan mengumpulkan data (data collection), 4. Tahapan mengolah data (data processing), 5. Tahapan membuktikan (verification), dan 6. Tahapan menarik kesimpulan atau generalisasi (generalization). Implikasi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dengan menggunakan model discovery learning yaitu implikasi nilai ketuhanan, implikasi nilai kemanusiaan, implikasi citra sekolah, dan implikasi pembelajaran pada&nbsp;aspek&nbsp;kognitif, afektif, dan psikomotorik.</p> Ketut Leni Putu Sanjaya Ni Luh Purnamasuari Prapnuwanti Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 199 207 10.25078/gw.v12i2.5011 PENGARUH BEST PRACTICE DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 ABIANSEMAL BADUNG https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5111 <p>Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Indonesia merupakan langkah progresif dalam dunia Pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dan guru dalam mengembangkan dan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Dalam konteks ini, implementasi praktik terbaik (<em>Be</em><em>st Practice</em>) sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas kurikulum ini. Salah satu sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dan <em>Be</em><em>st Practice</em> adalah SMP Negeri 2 Abiansemal Badung khususnya untuk siswa kelas VII, Kurikulum Merdeka ini diterapkan pada tahun 2023.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh <em>Be</em><em>st Practice</em> Dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Terhadap Pembentukan Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Abiansemal Badung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu <em>Quasi E</em><em>xpe</em><em>rime</em><em>nt</em> (eksperimen semu), dalam penelitian ini, sampel ditempatkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Abiansemal Badung dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>simple</em><em> random sampling. </em>Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dan inferensial</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan <em>Be</em><em>st Practice</em> dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka terhadap pembentukan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Abiansemal Badung. Dinas Pendidikan beserta&nbsp; guru, siswa, dan orangtua siswa harus dapat bekerja dalam pengembangan kurikulum merdeka ini.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci : <em>Best Practice, </em>Kurikulum Merdeka, Pembentukan Karakter, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti</strong></p> Ni Made Widiasanti Ni Made Anggreni Ni Made Muliani Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 208 214 10.25078/gw.v12i2.5111 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA KELAS XI TSM 3 SMKN 3 SINGARAJA https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/6024 <p>Abstrak<br>Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama kegiatan praktik mengajar selama tiga bulan pada semester ganjil (Blok 1), yaitu dari bulan Juli hingga September 2024, dengan peneliti berperan sebagai guru pelaksana pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Subjek penelitian adalah siswa Fase F/Kelas XI TSM 3 SMKN 3 Singaraja yang berjumlah 22 orang. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar.<br>Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Pada tahap pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 50 dengan persentase ketuntasan 23%. Pada siklus I meningkat menjadi nilai rata-rata 56 dengan ketuntasan 45%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 80,6 dengan persentase ketuntasan mencapai 91%. Pada ranah afektif, hasil belajar siswa pada pra-siklus berada pada kategori kurang dengan nilai rata-rata 1,75. Pada siklus I meningkat menjadi 2,1 dengan kategori cukup, dan pada siklus II meningkat menjadi 3,0 dengan kategori baik. Peningkatan ini menunjukkan berkembangnya sikap, keaktifan, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Pada ranah psikomotorik, hasil pra-siklus berada pada kategori kurang dengan nilai rata-rata 1,58. Pada siklus I meningkat menjadi kategori baik dengan nilai rata-rata 2,7, dan pada siklus II mencapai kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 3,5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI TSM 3 SMKN 3 Singaraja pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.<br>Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL), Hasil BelajarAgama Hindu, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)</p> Ni Luh Putu Tika Indriani Ni Luh Purnamasuari Prapnuwanti Ni Rai Vivien pitriani Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 215 225 10.25078/gw.v12i2.6024 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BRANCHING SCENARIO BERBASIS POWERPOINT INTERAKTIF PADA MATERI TRI PARARTHA DI SEKOLAH DASAR https://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/GW/article/view/5148 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis model <em data-start="247" data-end="267">Branching Scenario</em> dengan bantuan Microsoft <em>PowerPoint</em> guna meningkatkan hasil belajar siswa pada materi <em data-start="354" data-end="368">Tri Parartha</em> dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu kelas IV di SDN 4 Tulikup. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D <em>(Define, Design, Develop, Disseminate)</em> yang dilaksanakan secara sistematis mulai dari analisis kebutuhan hingga tahap diseminasi. Media yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, dan memperoleh penilaian “sangat layak” dari kedua validator. Uji coba dilakukan dengan strategi tutor sebaya, di mana siswa kelas V membimbing siswa kelas IV dalam mengeksplorasi media. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar, dengan skor gain sebesar 0,75 yang dikategorikan tinggi. Siswa juga memberikan respons positif terhadap media, menganggapnya menarik, mudah digunakan, dan efektif dalam menyampaikan nilai-nilai moral <em data-start="1152" data-end="1158">Asih</em>, <em data-start="1160" data-end="1167" data-is-only-node="">Punia</em>, dan <em data-start="1173" data-end="1181">Bhakti</em> secara reflektif dan kontekstual. Media ini disebarluaskan melalui Google Drive dalam format .ppsx dan didukung dengan video tutorial di YouTube untuk akses yang lebih luas. Temuan ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan tidak hanya efektif meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mendukung proses pendidikan karakter yang lebih humanis dan bermakna.</p> <p><strong data-start="1540" data-end="1555">Kata kunci:</strong> <em data-start="1556" data-end="1576">Branching Scenario</em>, PowerPoint Interaktif, <em data-start="1601" data-end="1615">Tri Parartha</em>, Pendidikan Agama Hindu, Media Pembelajaran Interaktif</p> I Wayan Satya Narayana Kadek Aria Prima Dewi PF Putu Ayu Septiari Dewi Hak Cipta (c) 2026 Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu 2025-09-30 2025-09-30 12 2 226 234 10.25078/gw.v12i2.5148