http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/issue/feed Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar 2025-12-14T14:00:18+08:00 Open Journal Systems <p><span lang="IN">Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar memiiliki ISSN cetak dan ISSN online yang ditetapkan oleh LIPI. ISSN online <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1563626619&amp;1&amp;&amp;2019">2685-8312</a> ditetapkan dengan SK No. 0005.26858312/JI.3.1/SK.ISSN/2019.08, dan ISSN Cetak <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1461694908&amp;1&amp;&amp;2016">2527-5445</a> ditetapkan dengan SK No. : 0005.25275445/JI.3.1/SK.ISSN/2016.05.</span></p> <p><span lang="IN">Adi Widya merupakan Jurnal Pendidikan Dasar yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Hindu pada Fakultas Dharma Acarya <span style="font-weight: 400;">Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar</span> </span>yang bekerja sama dengan Perkumpulan Dosen dan Pendidik Karakter Seluruh Indonesia (ADDIKSI), diterbitkan oleh <span style="font-weight: 400;">Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar</span></p> <p>Adi Widya merupakan media untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik Pendidikan Dasar, seperti pendekatan, metode, model, strategi ataupun kebijakan-kebijakan pada pendidikan dasar. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan Oktober. </p> http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5824 DAMPAK TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP PERILAKU BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 2 KESIMAN 2025-12-03T16:38:45+08:00 A.A.Istri Mirah Dharmadewi mirahdharmadewi@mahadewa.ac.id Anak Agung Ayu Ary Susanti aaaasusanti@gmail.com <p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span style="font-family: 'Times New Roman Bold';">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana penggunaan teknologi digital memengaruhi perilaku belajar siswa di SD Negeri 2 Kesiman dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan sintesis terhadap berbagai temuan penelitian terdahulu mengenai pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi digital memberikan sejumlah dampak positif, antara lain meningkatkan akses siswa terhadap sumber belajar yang lebih beragam, memperkuat motivasi belajar melalui media interaktif, serta mendorong partisipasi aktif siswa melalui penggunaan aplikasi pembelajaran, video edukatif, dan platform digital lainnya. Selain itu, teknologi digital dapat memperkaya pengalaman belajar melalui kegiatan kolaboratif dan pemecahan masalah yang lebih kreatif. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa dampak negatif yang perlu diantisipasi, seperti menurunnya konsentrasi akibat distraksi dari konten non-edukatif, meningkatnya ketergantungan pada gawai, serta berkurangnya kedisiplinan dan kemampuan mengelola waktu belajar. Risiko tersebut berpotensi menghambat perkembangan sosial-emosional siswa jika penggunaan teknologi tidak diarahkan dengan benar. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dan orang tua memberikan pendampingan, pengawasan serta pembiasaan penggunaan teknologi yang sehat agar manfaat teknologi digital dapat dimaksimalkan dan dampak negatifnya dapat diminimalkan dalam proses belajar siswa.</span></p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5781 - KEPEMIMPINAN ASTA BRATA DALAM MENGUATKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MADRASAH IBTIDAIYAH PROVINSI BALI 2025-11-29T16:46:03+08:00 wifqi rahmi wifqirahmi@gmail.com <p>Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan inisiatif strategis Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memulihkan dimensi kemanusiaan pendidikan melalui penguatan kasih sayang, empati, dan relasi yang memuliakan martabat peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai-nilai Asta Brata—Surya, Candra, Agni, Bayu, Baruna, Kuwera, Yama, dan Indra—dapat memperkuat implementasi KBC pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan menganalisis sumber-sumber klasik, modern, dan penelitian empiris yang relevan mengenai KBC, pedagogi cinta, dan kepemimpinan Asta Brata. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Asta Brata memberikan kerangka kepemimpinan humanistik yang sistematis, mulai dari keteladanan moral (Surya), empati dan kesejahteraan emosional (Candra), inovasi pedagogis (Agni), komunikasi welas asih (Bayu), resolusi konflik restoratif (Baruna), distribusi kesejahteraan guru–murid (Kuwera), disiplin positif berbasis etika (Yama), hingga perlindungan menyeluruh terhadap murid (Indra). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sinergi Asta Brata dan KBC menghasilkan model kepemimpinan madrasah yang kontekstual dengan budaya Bali, spiritual, humanis, dan relevan dengan tuntutan pendidikan Islam abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan kepemimpinan Asta Brata–KBC bagi kepala MI serta riset lanjutan pada konteks madrasah lainnya.</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5784 Pengembangan Karakter Siswa SD melalui Implementasi Profil Pelajar Pancasila dan Falsafah Tri Hita Karana 2025-11-30T15:35:39+08:00 kadek ayu astiti kadekayuastiti88@gmail.com <p>Siswa pada tingkat sekolah dasar merupakan siswa yang berumur dalam rentang 7 hingga 12 tahun. Perkembangan pada masa ini merupakan fase yang unik mulai dari perkembangan fisik, sosial, Bahasa, kognitif, moral, emosi, intelegensi, serta karakter. Pada masa ini, perkembangan karakter menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan. Perkembangan karakter yang baik akan membawa siswa tersebut mudah menyesuaikan dengan lingkungan sosial. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka <em>(literature review)</em>. Metode analisis yang digunakan adalah narrative literarture review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar dapat dibentuk melalui implementasi profil pelajar Pancasila dan tri hita karana. Enam elemen profil pelajar pancasil yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) berkebinekaan global, 3) mandiri, 4) gotong royong, 5) bernalar kritis, 6) kreatif. Sedangkan 3 aspek tri hita karana adalah 1) parahyangan, 2) pawongan, 3) palemahan. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam membentuk karakter adalah melalui proses pembelajaran, proyek P5, ekstrakurikuler, dan pembiasaan</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5789 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI 10 KARANGASEM TAHUN PELAJARAN 2024/2025 2025-12-01T08:31:23+08:00 Utama Diyatmika capungutama@gmail.com Made Gautama Jayadiningrat madegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 10 Karangasem melalui penerapan model <em>problem based learning </em>dan penggunaan media <em>wordwall</em>. Penelitian ini dilatarbelakangi pada hasil observasi yang dilakukan di kelas IV SD Negeri 10 Karangasem yang menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan masih bersifat monoton dan kurangnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan kurangnya motivasi dan partisipasi aktif siswa yang tentunya berpengaruh pada hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 11 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Proses penelitian dilaksanakan dengan dua siklus (siklus I dan siklus II). Setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus hingga siklus II. Pada tahap pra siklus rata-rata nilai siswa hanya mencapai 62,72 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 45,45%. Setelah pelaksanaan tindakan siklus I, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 73,36 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 63,36%. Pada siklus II, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84,54 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 100% (seluruh siswa tuntas). Dengan demikian, penerapan model <em>problem based learning </em>berbantuan media <em>wordwall </em>terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS. Maka model pembelajaran dan media tersebut disarakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran IPAS di sekolah dasar guna menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan.</p> <p><strong>Kata kunci: <em>Problem Based Learning</em>, Media <em>Wordwall</em>, Hasil Belajar, IPAS.</strong></p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5802 Peran Pola Asuh dan Keterlibatan Orang Tua dalam Perkembangan Numerasi Siswa Sekolah Dasar : Analisis dalam Perspektif Paradigma Sosiologi Antropologi 2025-12-02T13:32:32+08:00 L.Virginayoga Hignasari ginahignasari@gmail.com Muhamad Yamin yaminsila@gmail.com I Putu Sriartha putu.sriartha@undiksha.ac.id Wayan Mudana wayan.mudana@undiksha.ac.id Made Pageh made.pageh@undiksha.ac.id <p>Kemampuan numerasi pada masa sekolah dasar merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan keberhasilan akademik di jenjang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh dan keterlibatan orang tua dalam perkembangan numerasi anak melalui perspektif paradigma sosiologi antropologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan numerasi keluarga (<em>home numeracy environment</em>) berperan penting terhadap perkembangan numerasi anak. Dukungan orang tua yang bersifat suportif dan memberi ruang otonomi meningkatkan kepercayaan diri numerik dan capaian matematika anak, sementara gaya asuh yang mengontrol justru berdampak negatif. Pengetahuan orang tua mengenai tahapan perkembangan numerasi serta kemampuan mengelola kecemasan matematika terbukti memengaruhi kualitas dukungan yang diberikan. Selain itu, praktik numerasi informal dalam rutinitas keluarga, seperti menghitung saat berbelanja atau memasak, lebih efektif dibanding pendekatan formal yang mekanistik. Penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan numerasi anak tidak hanya merupakan ranah pedagogik sekolah, melainkan juga konstruksi sosial-budaya yang tumbuh melalui interaksi keluarga, nilai, dan kebiasaan sehari-hari. Implikasinya, penguatan numerasi perlu dirancang berbasis keluarga, kolaboratif, dan kontekstual dengan budaya lokal.</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5769 BLUE LEISURE: INOVASI LITERASI EKOSISTEM LAUT DALAM PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN BULELENG 2025-11-27T03:18:19+08:00 Gede Hendri Ari Susila hendrimuff123@gmail.com Anak Agung Ngurah Budiadnyana Budiadnyanaagung@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong><strong>: </strong>Kabupaten Buleleng memiliki garis pantai sepanjang 157,05 kilometer dengan potensi ekosistem laut yang melimpah. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dalam bidang pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya literasi ekosistem laut peserta didik dan kurangnya keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian dan pengembangan wilayah pesisir. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya integrasi literasi bahari dalam pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan literasi ekosistem wisata bahari serta mengembangkan inovasi pembelajaran kontekstual melalui Blue Leisure sebagai salah satu paket Blue Sport Buleleng. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui teknik survei dan wawancara terhadap guru dan siswa di wilayah Buleleng Barat, Tengah, dan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,3% responden belum pernah mendapatkan pendidikan terkait kelautan, namun 94% menyatakan minat terhadap integrasi literasi bahari ke dalam kurikulum. Temuan ini menegaskan bahwa Blue Leisure memiliki potensi strategis untuk mengembangkan literasi bahari berbasis potensi lokal serta membentuk generasi muda yang berwawasan lingkungan.Kata kunci: Blue Leisure, Literasi Bahari, Ekosistem Pariwisata, Pendidikan Dasar.</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5790 Model Media Keranjang Majas melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Mendorong Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VI SD 2025-12-01T09:53:10+08:00 Ni Nyoman Ayu Suciartini ayusuciartini@uhnsugriwa.ac.id I Nyoman Payuyasa Payuyasa payuyasa@isi-dps.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam implementasi Media Keranjang Majas dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Bebalang Bangli. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi kelas, wawancara mendalam, serta analisis artefak pembelajaran untuk menggali dinamika penggunaan media dan pengalaman kognitif serta afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Keranjang Majas mampu memfasilitasi proses konstruksi makna secara bertahap melalui aktivitas eksploratif, kolaboratif, dan reflektif. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi, menafsirkan, dan menciptakan majas secara kontekstual serta mampu berargumentasi dan mengelaborasi hubungan antar gagasan secara lebih kritis. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa media ini mendorong keterlibatan belajar yang lebih aktif, memunculkan interaksi dialogis antar siswa, serta memperkuat literasi interpretatif dan kemampuan metakognitif. Secara keseluruhan, implementasi Keranjang Majas terbukti menjadi strategi pedagogis yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam pengembangan literasi dan HOTS berbasis pembelajaran mendalam.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: keranjang majas, pembelajaran mendalam, HOTS, literasi, pembelajaran Bahasa Indonesia SD.</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5786 Rekonstruksi Narasi Cerita Rakyat Melalui Lensa Transformative Learning: Menumbuhkan Agensi Kritis Siswa Sekolah Dasar Generasi Alpha 2025-12-01T01:15:58+08:00 I Gede Tilem Pastika tilempastikaigede@gmail.com I Wayan Sugita wayansugita2@gmail.com <p>Pendidikan dasar menghadapi disonansi epistemologis antara muatan dogmatis cerita rakyat tradisional dengan karakteristik kritis siswa Generasi Alpha. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual rekonstruksi narasi untuk menyelaraskan transmisi nilai budaya dengan kebutuhan psikologis siswa modern. Menggunakan desain penelitian kualitatif studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutika kritis, penelitian ini mengoperasionalisasikan <em>Transformative Learning Theory</em> dari Jack Mezirow. Hasil penelitian menawarkan mekanisme transformasi pembelajaran sastra melalui empat tahapan: mempertanyakan paradoks moral cerita, analisis bias gender/feodalisme, validasi gagasan logis, dan menulis ulang narasi. Model ini mengubah posisi siswa dari konsumen pasif menjadi agen yang merevitalisasi budaya, serta secara efektif menumbuhkan nalar kritis dan empati yang selaras dengan dimensi Profil Lulusan pada Kurikulum Merdeka Belajar.</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5770 PEMBELAJARAN LITERASI DI SD NEGERI 1 PENATIH: SUATU TINJAUAN LITERATUR DAN IMPLIKASI PRAKTIS 2025-11-27T06:06:30+08:00 Kadek Jayanthi Riva Prathiwi rivaprathiwiriva@gmail.com Komang Trisna Dewi trisnadewi78@uhnsugriwa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan pembelajaran literasi di Sekolah Dasar Negeri 1 Penatih serta mengidentifikasi strategi, kendala, dan dampak program literasi terhadap perkembangan kompetensi membaca dan menulis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang berfokus pada proses pembelajaran, interaksi guru siswa, serta implementasi kurikulum literasi di kelas rendah dan kelas tinggi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru kelas, koordinator literasi sekolah, kepala sekolah, dan beberapa siswa, serta analisis dokumen seperti RPP, modul literasi, jurnal membaca, dan hasil karya siswa. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles &amp; Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 1 Penatih telah mengintegrasikan literasi sebagai budaya sekolah melalui program <em>Gerakan Literasi Sekolah (GLS)</em> dengan tiga tahapan utama: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Guru menggunakan beragam strategi, seperti <em>read aloud</em>, literasi berbasis proyek, pojok baca kelas, dan media digital interaktif. Hasil analisis memperlihatkan peningkatan minat baca dan kemampuan memahami teks pada sebagian besar siswa, terutama di kelas rendah. Namun, beberapa kendala masih muncul, seperti keterbatasan ketersediaan buku bacaan yang sesuai jenjang, variasi kemampuan literasi siswa yang cukup besar, serta keterbatasan sarana literasi digital di beberapa kelas. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran literasi membutuhkan dukungan sekolah secara sistematis melalui penyediaan bahan bacaan yang beragam, pelatihan guru dalam pedagogi literasi, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membangun lingkungan literasi di rumah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi berbasis teknologi serta peningkatan kualitas asesmen literasi formatif untuk memantau perkembangan siswa secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> literasi, sekolah dasar, pembelajaran, Gerakan Literasi Sekolah, SD Negeri 1 Penatih</p> 2025-10-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5751 PROBLEMATIKA KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL: TELAAH KRITIS TERHADAP TANTANGAN STRUKTURAL DAN PEDAGOGIS 2025-11-26T02:13:28+08:00 Mujiburrahman Mujiburrahman mujiburrahman@undikma.ac.id Lalu Parhanuddin laluparhanuddin@gmail.com Baiq Sarlita Kartiani baiqsarlitakartiani@undikma.ac.id M Najamuddin najamuddin@undikma.ac.id <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi besar dalam sistem pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Namun demikian, adopsi kurikulum dalam merespons era digital masih menghadapi berbagai problematika struktural dan pedagogis yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis tantangan utama yang dihadapi kurikulum sekolah dasar dalam era digital, dengan fokus pada lima isu utama: kesenjangan akses digital, keterbatasan kompetensi digital guru, ketidakadaptifan kurikulum, dampak psikososial terhadap peserta didik, dan keterbatasan sistem evaluasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sistematis terhadap artikel-artikel terindeks Scopus yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketimpangan infrastruktur digital, lemahnya literasi digital pada pendidik, dan struktur kurikulum yang masih kaku menjadi faktor penghambat utama transformasi pendidikan dasar. Selain itu, dampak psikososial seperti penurunan motivasi belajar, isolasi sosial, dan tekanan emosional menjadi isu serius yang belum terakomodasi dalam kebijakan kurikulum. Sistem evaluasi yang belum inklusif dan autentik juga memperparah ketidaksesuaian antara pendekatan pembelajaran digital dan asesmen yang digunakan. Sebagai kontribusi, artikel ini menawarkan rekomendasi kebijakan yang mencakup reformasi kurikulum berbasis fleksibilitas dan kontekstualitas, penguatan kompetensi guru dalam pedagogi digital, serta pengembangan sistem evaluasi yang holistik dan berpihak pada peserta didik. Dengan demikian, kurikulum sekolah dasar di era digital perlu dibangun tidak hanya untuk meningkatkan akses dan efisiensi teknologi, tetapi juga untuk menjamin keadilan, kesejahteraan psikologis, dan kualitas pembelajaran yang bermakna.</p> 2025-12-13T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/AW/article/view/5749 ANALISIS DISKREPANSI PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN PADA JENJANG SEKOLAH DASAR SESUAI PERMENDIKBUDRISTEK N0.9 TAHUN 2022 2025-11-25T09:59:57+08:00 Baiq Vina Handayani baiq.vina@student.undiksha.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesenjangan dalam pemanfaatan rapor pendidikan sebagai dasar perencanaan berbasis data pada jenjang sekolah dasar di Kecamatan Ampenan Provinsi NTB, sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbudristek Nomor 9 Tahun 2022. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model evaluasi kesenjangan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi terhadap 25 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang dipilih secara acak, terdiri dari kepala sekolah, guru, dan operator sekolah. Data dianalisis menggunakan uji tanda berjenjang Wilcoxon untuk mengukur adanya perbedaan serta besar kesenjangan terhadap standar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan dalam seluruh tahapan pemanfaatan rapor pendidikan tergolong kecil. Rinciannya sebagai berikut: (1) pelaksanaan AN terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,8; (2) identifikasi kondisi layanannya menggunakan rapor pendidikan terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,71; (3) refleksi penentuan fokus peningkatan layanan untuk setahun kedepan terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,68; (4) penyusunan perencanaan pembelajaran sesuai data pada rapor pendidikan terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,75; (5) pemetaan kebutuhan peningkatan kompetensi agar pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) mampu melaksanakan perbaikan layanan terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,6; (6) penyusunan RKT dan RKAS sesuai prioritas perbaikan pada Rapor Pendidikan terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,58; (7) implementasi perencanaan kegiatan yang telah disusun terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,87; (8) revisi perencanaan dan penganggaran berdasarkan hasil refleksi terjadi kesenjangan kecil dengan besar beda 0,62.</p> 2025-10-01T00:00:00+08:00 Hak Cipta (c) 2025 Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar