Model Media Keranjang Majas melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Mendorong Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VI SD

Penulis

  • Ni Nyoman Ayu Suciartini Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
  • I Nyoman Payuyasa Payuyasa

DOI:

https://doi.org/10.25078/aw.v10i2.5790

Kata Kunci:

majas, gaya bahasa, literasi, bahasa indonesia, deep learning, pembelajaran sastra

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam implementasi Media Keranjang Majas dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Bebalang Bangli. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi kelas, wawancara mendalam, serta analisis artefak pembelajaran untuk menggali dinamika penggunaan media dan pengalaman kognitif serta afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Keranjang Majas mampu memfasilitasi proses konstruksi makna secara bertahap melalui aktivitas eksploratif, kolaboratif, dan reflektif. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi, menafsirkan, dan menciptakan majas secara kontekstual serta mampu berargumentasi dan mengelaborasi hubungan antar gagasan secara lebih kritis. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa media ini mendorong keterlibatan belajar yang lebih aktif, memunculkan interaksi dialogis antar siswa, serta memperkuat literasi interpretatif dan kemampuan metakognitif. Secara keseluruhan, implementasi Keranjang Majas terbukti menjadi strategi pedagogis yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam pengembangan literasi dan HOTS berbasis pembelajaran mendalam.

 

Kata kunci: keranjang majas, pembelajaran mendalam, HOTS, literasi, pembelajaran Bahasa Indonesia SD.

Referensi

Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H. (2017). Developing literacy learning in the 21st century. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 7(2), 317–327. https://doi.org/10.17509/ijal.v7i2.8131

Adnyana, I. M., & Sudarsana, I. K. (2020). Integration of local wisdom in Indonesian language learning in elementary schools. Journal of Education Research and Evaluation, 4(3), 330–337.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Longman. (Digunakan dalam teori HOTS—meskipun lebih dari 10 tahun, tetap digunakan sebagai teori induk.)

Ary, D., Jacobs, L. C., Sorensen, C., & Razavieh, A. (2018). Introduction to research in education (10th ed.). Cengage Learning.

Batanero, C., Gea, M. M., & Contreras, J. M. (2019). Developing critical thinking in language arts through figurative language analysis. Language Awareness, 28(4), 351–368. https://doi.org/10.1080/09658416.2019.1661869

Brookhart, S. M. (2014). How to assess higher-order thinking skills in your classroom. ASCD.

Chang, C., Yeh, T., & Fan, Y. (2020). Deep learning–based instructional design to enhance student conceptual understanding. Journal of Educational Computing Research, 58(6), 1123–1148. https://doi.org/10.1177/0735633119889199

Elstad, E. (2016). Educational technology and deep learning: Critical perspectives. Journal of Educational Change, 17(3), 285–302. https://doi.org/10.1007/s10833-016-9278-2

Fang, Z. (2016). Teaching figurative language in the middle grades: A cognitive stylistic approach. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 60(2), 161–170. https://doi.org/10.1002/jaal.546

Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning. Pearson.

Hamzah, Muhammad Zuhdy,dan Muhamad Alfi Khoiruman.2021.“Problematik Pendidikan Bahasa Indonesia Kajian Pembelajaran Bahasaindonesia Pada Sekolah Dasar.”JurnalSyntaxTransformation2(6):6

Hartono, R. (2020). Teaching Indonesian language in elementary school: Issues in literacy and higher-order thinking. Journal of Language Education and Research, 3(2), 112–125.

Kurniasih, I., & Sani, B. (2019). Higher-order thinking skills (HOTS) and 21st-century learning. Pustaka Pelajar.

Majid, A. (2018). Strategi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods

sourcebook (3rd ed.). SAGE.

Nurgiyantoro, B. (2018). Gaya bahasa dalam teks sastra anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 175–189.

OECD. (2019). PISA 2018 results: What students know and can do. OECD Publishing.

Orosz, G. (2018). Teaching metaphor comprehension in schools: A design-based study. Metaphor and Symbol, 33(4), 305–320. https://doi.org/10.1080/10926488.2018.1549832

Rahayu, M., & Yuliana, D. (2021). The effectiveness of contextual language learning media in improving sixth-grade students’ literacy. Journal of Primary Education, 10(1), 12–22.

Sari, D. P., & Mustadi, A. (2020). Higher-order thinking in Indonesian elementary classrooms: Challenges and opportunities. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 39(2), 421–435. https://doi.org/10.21831/cp.v39i2.30234

Scott, K. E., & Palincsar, A. S. (2019). Sociocultural theory and deep learning. Educational Psychologist, 54(3), 150–165. https://doi.org/10.1080/00461520.2019.1654378

Siregar, F. A. (2022). Developing HOTS-oriented Indonesian language learning materials in elementary schools. Journal of Language Teaching and Research, 13(1), 45–54. https://doi.org/10.17507/jltr.1301.06

Suastra, I. W., & Dana, I. M. (2020). Local wisdom in Bali and its integration in Indonesian language instruction. Journal of Language and Cultural Education, 8(3), 92–105.

UNESCO. (2018). Global education monitoring report: Accountability in education. UNESCO Publishing.

Widodo, S. A. (2021). Interactive media for learning figurative language in elementary schools. International Journal of Instruction, 14(2), 275–292. https://doi.org/10.29333/iji.2021.14216a

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-13
Abstrak viewed = 32 times