Rekonstruksi Narasi Cerita Rakyat Melalui Lensa Transformative Learning: Menumbuhkan Agensi Kritis Siswa Sekolah Dasar Generasi Alpha

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25078/aw.v10i2.5786

Kata Kunci:

generasi alpha, rekonstruksi narasi, sastra anak, berpikir kritis, transformative learning

Abstrak

Pendidikan dasar menghadapi disonansi epistemologis antara muatan dogmatis cerita rakyat tradisional dengan karakteristik kritis siswa Generasi Alpha. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual rekonstruksi narasi untuk menyelaraskan transmisi nilai budaya dengan kebutuhan psikologis siswa modern. Menggunakan desain penelitian kualitatif studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutika kritis, penelitian ini mengoperasionalisasikan Transformative Learning Theory dari Jack Mezirow. Hasil penelitian menawarkan mekanisme transformasi pembelajaran sastra melalui empat tahapan: mempertanyakan paradoks moral cerita, analisis bias gender/feodalisme, validasi gagasan logis, dan menulis ulang narasi. Model ini mengubah posisi siswa dari konsumen pasif menjadi agen yang merevitalisasi budaya, serta secara efektif menumbuhkan nalar kritis dan empati yang selaras dengan dimensi Profil Lulusan pada Kurikulum Merdeka Belajar.

Referensi

Adhi, M. K., Parmini, N. P., & Wulandari, N. P. D. (2020). The Transformation of Balinese Satua Values: Strengthening the Character Education of the Alpha Generation. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 8(2). https://doi.org/10.26811/peuradeun.v8i2.420

Crigler, R. K. (2024). Afropolitan Influence: Gender, Comedy, and Social Media in Global Africa. Social Media + Society, 10(4). https://doi.org/10.1177/20563051241308330

Dewey, J. (1916). Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education. Macmillan. Educational Forum, 16(4).

Endraswara, S. (2021). Metodologi Penelitian Fenomenologi Sastra. International Journal of Education and Literacy Studies, 5(2).

Freire, P. (2020). Pedagogy of the oppressed. Dalam The Community Performance Reader. https://doi.org/10.4324/9781003060635-5

Kincheloe, J. L., & Mclaren, P. (2011). Rethinking Critical Theory and Qualitative Research. Dalam Key Works in Critical Pedagogy. https://doi.org/10.1007/978-94-6091-397-6_23

Krippendorff, K. (2022). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Dalam Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. https://doi.org/10.4135/9781071878781

Margunayasa, I. G. (2021). Pembelajaran Berbasis Nilai Karakter dalam Satua Bali. Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal), 2(1). https://doi.org/10.37216/aura.v2i1.460

Mezirow, J. (1991). Transformative Dimensions of Adult Learning. Dalam The JosseyBass higher and adult education series.

Miles, M. b, Huberman, M. a, & Saldana, J. (1994). Qualitative Data Analysis - A Method Sourcebook. Dalam Sage Publications.

MUSTIKA, I. K. (2019). PEMANFAATAN TEKS BACAAN SATUA BALI DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2). https://doi.org/10.25078/aw.v2i2.965

Pastika, I. G. T., & Sukerni, N. M. (2022). Strategi Pembelajaran Tari Bali pada Anak Usia Dini di Sanggar Taman Giri Agung Denpasar. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 24–39. https://doi.org/10.25078/pw.v7i2.1771

Patria, R. (2022). Critical Literacy and its Challenges in Education in Indonesia. Journal of Literature Language and Academic Studies, 1(01). https://doi.org/10.56855/jllans.v1i01.141

Qoyyimah, U., Agustiawan, Y., Phan, T.-T. T., Maisarah, M., & Fanani, A. (2022). Critical Pedagogy through Genre-Based Pedagogy for Developing Students’ Writing Skills: Strategies and Challenges. NOBEL: Journal of Literature and Language Teaching, 13(1). https://doi.org/10.15642/nobel.2022.13.1.98-116

Ratna, N. Kutha. (2018). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme, Prespektif Wacana Naratif. Pustaka Pelajar, 1(69).

Reichert, J., & Rosenblatt, L. M. (1979). The Reader, the Text, the Poem: The Transactional Theory of the Literary Work. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 38(1). https://doi.org/10.2307/430053

Sumaryanti, L., & Kasanova, R. (2021). Sastra Anak: Studi Sejarah, Genre, dan Evolusi Naratif. Eureka Media Aksara.

Suyanta, I. W. G. (2022). Strategi Pembelajaran Sastra Indonesia. SANDIBASA I: Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia I, 1(April).

Sylvia, N., & Hadiana, D. (2024). Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital. Indonesian Journal of Education and Learning, 7(2). https://doi.org/10.31002/ijel.v7i2.1331

Yang, L., Xin, T., Models, D. N., Revolution, F. I., Van Vorst, H., Othman, N., Amiruddin, M. H., Newton, P. M., Miah, M., G, S. D., Maung, T., Narayanam, H., Kumari, U., Karoui, N. El, Karoui, N. El, Broman, K., Simon, S., Peters-burton, E. E., Stehle, S. M., … Fell, A. (2020). UNDERSTANDING GENERATION ALPHA by McCrindle. Chemistry Education Research and Practice, 8(5).

Yanthi, Marhaeni, & Dantes. (2020). Analisis tentang cerita anak yang bermuatan sikap dan muatan pembelajaran terkait dengan tema kayanya negeriku Kurikulum 2013 Kelas IV Sekolah Dasar Berbasis Etnopedagogik. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan Indonesia, 10(2).

Zed Mestika. (2017). Metode Penelitian Kepustakaan. Dalam Yayasan Obor Indonesia.

Zipes, J. (2012). Fairy tales and the art of subversion: The classical genre for children and the process of civilization. Dalam Fairy Tales and the Art of Subversion: The Classical Genre for Children and the Process of Civilization. https://doi.org/10.4324/9780203805251

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-13
Abstrak viewed = 44 times