INTEGRASI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGUATAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH DASAR 

Penulis

  • Anak Agung Ngurah Darma Wirawan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Nyoman Linggih Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Gusti Ngurah Agung Wijaya Mahardika Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ketut Evi Wihariasmini Griadhi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.25078/aw.v10i1.5613

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas V SDN 2 Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, serta menganalisis faktor pendukung dan kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, studi dokumen, dan studi pustaka. Informan penelitian meliputi guru Agama Hindu, kepala sekolah, komite sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik telah dilaksanakan sesuai prinsip kurikulum yang berlaku melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk lebih aktif, kritis, dan mandiri dalam membangun pengetahuan. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan sarana prasarana pembelajaran, serta lingkungan belajar keluarga, sekolah, dan masyarakat yang kondusif. Selain itu juga ditemukan beberapa kendala dalam aspek perancangan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.  Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan, optimalisasi sarana prasarana, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif menjadi rekomendasi penting. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan saintifik mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran Agama Hindu, sehingga lebih bermakna dan relevan dengan pengembangan karakter siswa.

Referensi

Carin, A. A., & Sund, R. B. (1975). Teaching science through discovery. Columbus: Charles E. Merrill Publishing Company, Abell & Howell Company.

Dokumen Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hamalik, O. (2010). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hosnan. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Imas Kurniasih, & Berlin Sani. (2014). Implementasi Kurikulum 2013: Konsep & penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Kemdikbud. (2013). Materi pelatihan guru implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemdikbud.

Kemdikbud. (2013). Pendekatan scientific (ilmiah) dalam pembelajaran. Jakarta: Pusbangprodik.

Kemdikbud. (2013). Pengembangan Kurikulum 2013. Paparan Mendikbud dalam Sosialisasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemdikbud.

Kemdikbud. (2013). Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses. Jakarta: Kemdikbud.

Majid, A. (2008). Perencanaan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Marlinawati, R. (2014). Pendekatan saintifik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 113 Bengkulu Selatan (Skripsi).

Moleong, L. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (1987). Berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Prahastiwi, R. B. (2014). Penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 6 Malang (Skripsi).

Soekanto, T. (1997). “Teori Belajar.” Dalam T. Soekamto & U. S. Winataputra, Teori belajar dan model-model pembelajaran. Jakarta: Pusat Antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional, Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sudira, I. P. Revitalisasi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu (Makalah).

Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparno, P. (1997). Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Tim Penyusun Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Agama RI.

Tim Penyusun Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.

White, R. T. (1997). The revolution in research on science teaching. In B. J. Fraser & K. G. Tobin (Eds.), International handbook of science education (pp. 41–62). Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

Thorndike, E. L. (1932). The fundamentals of learning. New York: Teachers College, Columbia University.

Bruner, J. S. (1961). The act of discovery. Harvard Educational Review, 31(1), 21–32.

Gold, R. L. (1958). Roles in sociological field observation. Social Forces, 36(3), 217–223.

Denzin, N. K. (1994). Handbook of qualitative research. Thousand Oaks, CA: Sage.

Parsudi, S. (1994). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: UI Press.

Supardi, I. (2003). Lingkungan hidup dan kelestariannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Yusuf, S. (2001). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pf, K. A. P. D., Perbowosari, H., & Wahyuni, N. N. T. (2025). The" Care" learning model: The value education for strengthening the religious moderation. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(4), 468-479.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-29

Terbitan

Bagian

##section.default.title##
Abstrak viewed = 71 times